Sunday, August 23, 2009

mencermin diri seadanya

sharring from:su


Dalam hidup seharian, kita sangat sering dan merasakan nikmat ketika bercermin. Kita tidak pernah bosan sekali pun. Padahal, wajah yang kita tatap itu-itu juga. Aneh bukan? Bahkan, hampir pada setiap kesempatan, kita selalu menyempatkan diri untuk bercermin. Mengapa demikian? Kita ingin selalu berpenampilan baik, bahkan sempurna. Kita sangat tidak ingin terlihat mengecewakan. Apalagi kusut masai dan berantakan tidak karuan. Ini semua tidak dapat dinafikan. Penampilan adalah cermin peribadi kita.
Orang beriman yang rapi, tertib, dan bersih, maka pribadinya juga akan cenderung rapi, tertib, dan bersih. Sebaliknya, orang yang penampilannya berserabut, karakter pribadinya biasanya tidak jauh berbeda.

Tentu saja, penampilan rapi, tertib, dan bersih itu, insya Allah akan menjadi kebaikan, selama niat dan caranya benar. Apa saja niat yang benar itu? Niat agar orang lain tidak terganggu dan terkecewakan, niat agar orang lain tidak berprasangka buruk, atau juga niat agar orang lain senang dan nyaman dengan penampilan kita.
Selain itu, yang paling penting adalah, Allah suka dengan penampilan yang indah dan rapi sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Innallaha jamiilun yuhibbul jamaal, sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan".

Hindari niat untuk menjerumuskan orang lain. Mungkin awalnya mereka akan terpesona pada penampilan kita. Akan tetapi, hujung-hujungnya hati mereka malah tergelincir dan menimbulkan penyakit. Tentu saja, dalam hal ini kita menanam saham kerana menimbulkan dosa pada orang tersebut. Na'udzhubillah.

Hal lain yang sering membuat kita terlena adalah, kita jarang berfikir bahawa selama ini kita baru sibuk bercermin "topeng" belaka. Topeng make up berupa seragam, serban, tudung atau aksesori lainnya. Tanpa disedari, kita sudah ditipu dan diperbudak "topeng" buatan sendiri.
Terkadang, kita sangat ingin agar orang lain menganggap diri ini lebih dari kenyataan yang sebenarnya. Kita ingin tampak lebih pandai, lebih gagah, lebih cantik, lebih kaya, lebih soleh, lebih suci dan aneka kelebihan lainnya.

Pada akhirnya, selain harus bersusah payah agar "topeng" ini tetap melekat, kita pun akan dilanda tegang dan waswas. Mengapa? Kita sangat takut "topeng" kita akan terbuka dan orang lain tahu siapa kita sebenarnya.

Tentu saja, tindakan tersebut tidak sepenuhnya salah. Wajar saja kita menutupi aib diri sendiri. Adalah suatu kesalahan jika kita malah membuka aib diri yang selama ini telah ditutupi oleh Allah SWT.

Yang perlu selalu diingat, jangan sampai kita terlena dan tertipu oleh "topeng" sendiri. "Topeng" akan membuat kita tidak mengenal diri yang sebenarnya. Kita juga akan terkecoh oleh penampilan luar.Sebab itu, marilah kita jadikan saat bercermin adalah saat yang tidak hanya disibukkan oleh "topeng". Akan tetapi, yang terpenting adalah bagaimana isinya, yaitu diri kita sendiri.

Berdialoglah dengan diri, "Wahai tubuh, seperti apa gerangan isi hatimu? Apakah tubuhmu sebagus kata-katamu atau malah sekelam kotoran-kotoran yang melekat di tubuhmu? Apakah hatimu segagah ototmu atau selemah daun-daun yang mudah gugur? Apakah hatimu seindah penampilanmu atau malah sebusuk kotoran-kotaranmu?"

"Wahai tubuh apakah kau ini makhluk mulia atau menjijikkan? Berapa banyak aib nista yang engkau sembunyikan di balik penampilanmu ini?"

"Wahai tubuh, apakah engkau yang kelak akan penuh cahaya, bersinar, bersuka cita, bercengkerama di surga? Atau tubuh yang akan tercabik-cabik hancur mendidih di dalam lahar Jahanam, yang akan terus terasa tanpa ampun, memikul derita tiada akhir?"

Sungguh! Betapa banyak perbedaan antara yang tampak di cermin dengan apa yang tersembunyi. Betapa yang kulihat selama ini hanyalah "topeng", hanyalah selonggok sampah busuk yang terbungkus "topeng-topeng" duniawi.

Wahai Sahabat-sahabat sekalian...! Sesungguhnya saat bercermin adalah saat yang tepat agar kita dapat mengenal dan menghitung diri.





Friday, August 21, 2009

Andai kau tahu..


andai kau tahu ini Ramadhan terakhir

tentu siangnya engkau sibuk berzikir

tentu engkau tak akan jemu melagukan syair rindu

mendayu..merayu. ...kepada- NYA Tuhan yang satu

andai kau tahu ini Ramadhan terakhir

tentu sholatmu kau kerjakan di awal waktu

sholat yang dikerjakan.. .sungguh khusyuk lagi tawadhu'

tubuh dan qalbu...bersatu memperhamba diri

menghadap Rabbul Jalil... menangisi kecurangan janji

"innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil 'alamin"

[sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku...

kuserahkan hanya kepada Allah Tuhan seru sekalian alam]

andai kau tahu ini Ramadhan terakhir

tidak akan kau sia siakan walau sesaat yang berlalu

setiap masa tak akan dibiarkan begitu saja

di setiap kesempatan juga masa yang terluang

alunan Al-Quran bakal kau dendang...bakal kau syairkan

andai kau tahu ini Ramadhan terakhir

tentu malammu engkau sibukkan dengan

bertarawih.. .berqiamullail. ..bertahajjud. ..

mengadu...merintih. ..meminta belas kasih

"sesungguhnya aku tidak layak untuk ke syurga-MU

tapi...aku juga tidak sanggup untuk ke neraka-MU"

andai kau tahu ini Ramadhan terakhir

tentu dirimu tak akan melupakan mereka yang tersayang

mari kita meriahkan Ramadhan

kita buru...kita cari...suatu malam idaman

yang lebih baik dari seribu bulan

andai kau tahu ini Ramadhan terakhir

tentu engkau bakal menyediakan batin dan zahir

mempersiap diri...rohani dan jasmani

menanti-nanti jemputan Izrail

di kiri dan kanan ...lorong-lorong redha Ar-Rahman

Duhai Ilahi....

andai ini Ramadhan terakhir buat kami

jadikanlah ia Ramadhan paling berarti...paling berseri...

menerangi kegelapan hati kami

menyeru ke jalan menuju ridho serta kasih sayangMu Ya Ilahi

semoga bakal mewarnai kehidupan kami di sana nanti

Namun teman...

tak akan ada manusia yang bakal mengetahui

apakah Ramadhan ini merupakan yang terakhir kali bagi dirinya

yang mampu bagi seorang hamba itu hanyalah

berusaha...bersedia ...meminta belas-NYA




frm:nana

dalam kesempatan waktu yg ade ini, ingin ku mohon seribu kemaafan,kepada semua jika diri ini ade silap dan salah, sengaja atau tidak..dalam kesibukan mengejar masa dunia, sama2lah kita berdoa agar ukhuwah antara kita kian erat, dikuatkan iman agar mampu meningkatkan amal di dunia utk kebaikan di akhirat kelak..jgn lupa psg niat, lambatkan sahur,percepatkan berbuka..ku doakan agar semua muslimin dipermudahkan segala urusan dan mampu menggeggam ijazah ramadhan.

Salam Ramadhan..


Related Posts with Thumbnails

Imaging Diagnostic & Radiotherapy on the blocks.

Imaging Diagnostic & Radiotherapy on the blocks.
memory remains~keep in touch

Pink Hearts Clock